Rangkuman Bab 11, 12, 13 Ekonomi Pembangunan

Disusun Oleh :

Nama : Agil Susilo

Kelas : 2 DD 03

NPM : 30208051

BAB 11

PENGERTIAN PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH

Pembangunan ekonomi daerah  adalah suatu proses dimana pemerintah daerah dan masyarakatbya mengelola sumber daya-sumber daya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan antara pemerintah daerah dengan sektor swasta untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi (pertumbuhan ekonomi) dalam wilayah tersebut.

Masalah pokok dalam pembangunan daerah  adalah terletak pada penekanan terhadap kebijakan-kebijakan pembangunan yang didasarkan pada kekhasan daerah yang bersangkutan dengan menggunakan potensi sumberdaya manusia, kelembagaan dan sumber fisik secara lokal (daerah).

TEORI PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN DAERAH

Pada hakekatnya, inti dari teori-teori pertumbuhan tersebut berkisar pada dua hal yaitu : pembahasan yang berkisar tentang metode dalam menganalisis perekonomian suatu daerah  dan  teori-teori yang membahas tentang faktor-faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi suatu daerah tertentu.

Untuk menganalisis perekonomian suatu daerah sangat sulit karena :

  1. Data tentang daerah sangat terbatas.
  2. Data yang tersedia umumnya tidak sesuai dengan data yang dibutuhkan untuk menganalisis daerah.
  3. Data tentang perekonomian daerah sangat sukar dikumpulkan,  sebab perekonomian daerah lebnih terbuka dibandingkan dengan perekonomian nasional.
  4. bagi NSB, disamping kekurangan data, data yang terbatas itu pun banyak yang sulit untuk dipercaya, sehingga menimbulkan kesulitan untuk melakukan analisis yang memadai tentang keadaan perekonomian suatu daerah.

Teori Ekonomi Neo Klasik

Teori ini memberikan 2 konsep pokok dalam pembangunan ekonomi daerah yaitu keseimbangan (equilibirium) dan mobilitas faktor produksi. Artinya, sistem perekonomian akan mencapai keseimbangan alamiahnya jika modal bisa mengalir tanpa restriksi (pembatasan). Oelh karena itu, modal akan mengalir dari daerah yang berupah tinggi menuju ke daerah yang berupah rendah.

Teori Basis Ekonomi (Economic Base Teory)

Teori ini menyatakan bahwa faktor penentu utama pertumbuhan ekonomi suatu daerah adalah berhubungan langsung dengan permintaan akan barang dan jasa dari luar daerah. Kelemahan model ini adalah bahwa model ini didasarkan pada permintaan eksternal bukan internal. Pada akhirnya aklan menyebabkan ketergantungan yang sangat tinggi terhadap kekuatan-kekuatan pasar secara nasional maupun global.

Teori Lokasi

Para ekonomi regional sering mengatakan bahwa ada 3 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan daerah yaitu lokasi, lokasi, dan lokasi! Pernyataan tersebut sangat masuk akal jika dikaitkan dengan pengembangan kawasan industri. Perusahaan cenderung untuk meminimumkan biaya-biayanya dengan cara memilih lokasi yang memaksimumkan peluangnya untuk mendekati pasar.

Keterbatasan dari teori ini pada saat sekarang adalah bahwa teknologi dan komunikasi modern telah mengubah signifikan suatu lokasi tertentu untuk kegiatan produksi dan distribusi barang.

Teori Tempat Sentral

Setiap tempat sentral didukung oleh sejumlah tempat yang lebih kecil yang menyediakan sumber daya (industri dan bahan baku). Tempat sentral tersebut merupakan suatu pemukiman yang mneyediakan jasa-jasa bagi penduduk daerah yang mendukungnya.

Model Daya Tarik (attraction)

Teori daya tarik industri adalah model pembanguna ekonomi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Teori ekonomi yang medasarinya adalah bahwa suatu masyarakat dapat memperbaiki posisi pasarnya terhadap industrialis melalui pemberian subsidi dan insentif.

PARADIGMA BARU TEORI PEMBANGUNAN DAERAH

KOMPONEN KONSEP LAMA KONSEP BARU
Kesempatan Kerja Semakin banyak perusahaan semakin banyak peluang kerja Perusahaan harus mengembangkan pekerjaan yang sesuai dengan kondisi penduduk daerah
Basis Pembangunan Pengembangan sektor ekonomi Pengembangan lembaga-lemabaga ekonomi baru
Aset-aset Lokasi Keunggulan komparatif didasarkan pada aset fisik Keunggulan kompetitif didasarkan pada kualitas lingkungan
Sumberdaya pengetahuan Ketersediaan Angkat kerja Pengetahuan sebagai pembangkit ekonomi

PERENCANAAN PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH

Perencanaan pembanguna nekonomi daerah bisa dianggap sebagai perencanaan untuk memperbaiki penggunaan sumberdaya-sumberdaya publik yang tersedia di daerah tersebut dan untuk memperbaiki kapasitas sektor swasta dalam menciptatakn nilai sumberdaya-sumberdaya swasta secara bertanggung jawab.

TAHAP-TAHAP PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

Menurut Blakely (1989), ada 6 tahap dalam proses perencanaan pembangunan ekonomi daerah yaitu:

TAHAP KEGIATAN
I Pengumpulan dan Analisis Data

Ø      Penentuan Basis Ekonomi

Ø      Analisis Struktur Tenaga Kerja

Ø      Evaluasi Kebutuhan Tenaga Kerja

Ø      Analisis Peluang dan Kendala Pembangunan

Ø      Analisis Kapasitas Kelembagaan

II Pemilihan Strategi Pembangunan Daerah

Ø      Penentuan Tujuan dna Kriteria

Ø      Penentuan Kemungkinan-kemungkinan Tindakan

Ø      Penyusunan Strategi

III Pemilihan Proyek-proyek Pembangunan

Ø      Identifikasi Proyek

Ø      Penilaian Viabilitas Proyek

IV Pembuatan Rencana Tindakan

Ø      Prapenilaian Hasil Proyek

Ø      Pengembangan Input Proyek

Ø      Penentuan Alternatif Sumber Pembiayaan

Ø      Identifikasi Struktur Proyek

V Penentuan Rincian Proyek

Ø      Pelaksanaan Studi Kelayakan Secara Rinci

Ø      Penyiapan Rencana Usaha (Busisness Plan)

Ø      Pengemabangan, Monitoring dan Pengevaluasian Program

VI Persiapan Perencanaan Secara Keseluruhan dan Implementasi

Ø      Penyiapan skedul Implementasi Rencana Proyek

Ø      Penyusunan Program Pembangunan Secara Keseluruhan

Ø      Tergeting dan Marketing Aset-aset Masyarakat

Ø      Pemasaran Kebutuhan Keuangan

PERAN PEMERINTAH DALAM PEMBANGUNAN DAERAH

Ada 4 peran yang diambil oleh pemerintah daerah dalam proses pembangunan ekonomi daerah yaitu :

  1. Entrepreneur

Pemerintah daerah bertanggungjawab untuk menjalankan suatu usaha bisnis seperti BUMD yan harus dikelola lebih baik sehingga secara ekonomis menguntungkan.

  1. Koordinator

Untuk menetapkan kebijakan atau mengusulkan strategi-strategi bagi pembangunan didaerahnya. Dalam peranya sebagia koordinator, pemerintah daerah bisa juga melibatkan lembaga-lembaga pemerintah lainnya, dunia usaha dan masyarakat dalam penyusunan sasaran-sa\saran konsistensi pembangunan daerah dengan nasional (pusat) dan menjamin bahwa perekonomian daerah akan mendapatkan manfaat yang maksimum daripadanya.

  1. Fasilitator

Pemerintah daerah dapat mempercepat pembangunan melalui perbaikan lingkungan didaerahnya, hal ini akan mempercepat proses pembangunan dan prosedur perencanaan serta pengaturan penetapan daerah (zoning) yang lebih baik.

  1. Stimulator

Pemerintah daerah dapat menstumulasi p[enciptaan dan pengembangan usaha melalui tindakan-tindakan khusus yang akan mempengaruhi  perusahaan-perusahaan untuk masuk ke daerah tersebut dan menjaga agar perusahaan yang telah ada tetap berada di daerah tersebut.

BAB 12

HUTANG LUAR NEGERI DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN DI INDONESIA

MODAL ASING DALAM PEMBANGUNAN

Beberapa hal yang diketahui dari studi mengenai pengembangan sumber dana alternative untuk pembiayaan pembangunan ini adalah bahwa terdapat empat sumber konvensional utama untuk pembiayaan pembangunan. Adapun kajian mengenai sumber-sumber domestik untuk pembiayaan pembangunan menunjukkan bahwa ketersediaan dan mobilisasi sumber-sumber dana domesstik merupakan prasyarat bagi pembentukan modal riil dan pada gilirannya, pembangunan nasional.

MOTIVASI NEGARA DONOR

  1. Kepentingan ekonomis dan strategis
  2. Tanggung jawab moral

Persoalan utang luar negeri sesungguhnya tidak hanya menyangkut sektor pemerintah. Utang luar negeri swasta juga patut dicermati karena pada akhirnya perhitungan DSR menyangkut keduanya. Dewasa ini utang luar negeri swasta juga relatif besar, yakni sekitar 65 miliar dolar AS. Jadi, secara akumulatif jumlah utang luar negeri kita berkisar 140 miliar dolar AS. Karena itulah, berbagai upaya perlu dilakukan agar tidak terlampau membebani perekonomian nasional. Pengurangan angka DSR bisa dilakukan dengan mengecilkan jumlah angsuran utang dan bunga melalui negosiasi penjadwalan ulang. Juga bisa dilakukan dengan menambah kemampuan ekspor. Sayang, dalam beberapa tahun terakhir ekspor kita justru melemah. Baik karena faktor daya saing di pasar global maupun kelesuan ekonomi dunia.

Betapa penting kemandirian ekonomi dicapai melalui pengatasan problem utang. Hal ini juga memengaruhi politik. Jelaslah motivasi negara maju, negara donor, dan badan-badan keuangan internasional itu tak sepenuhnya membantu dari sisi finansial. Di balik itu, suka atau tidak suka, terang atau samar-samar, mereka pun mempunyai misi politik. Atau katakanlah pasti ada tekanan-tekanan tertentu yang membuat kita tidak lagi bebas bersikap atau menentukan pendapat. Jadi, tepatlah keputusan untuk tidak lagi bersama IMF atau secara perlahan mengurangi ketergantungan utang. Hanya, implikasinya perlu diperhitungkan. Kita tidak lagi memerlukan sekadar jargon, tapi juga hitungan untung ruginya. Pendek kata, ini bukan persoalan psikologis melainkan justru sangat rasional.

SUMBER-SUMBER PEMBIAYAAN INDONESIA

  1. Ekspor
  2. Bantuan Luar Negeri
  3. Investasi Asing atau PMA
  4. Tabungan Domestik

BAB 13

PERTUMBUHAN EKONOMI DALAM KONSEP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Terdapat beberapa definisi yang dikemukakan oleh para pakar mengenai pembangunan berkelanjutan. Menurut mereka pembangunan adalah setiap usaha untuk membuat kemajuan atau perubahan kearah kondisi yang lebih baik. Dalam arti ekonomi, pembangunan merupakan upaya untuk memaksimalkan efisiensi alokasi sumber daya guna memenuhi kebutuhan kita. Kata berkelanjutan atau suistanable berasal dari kata “subternir” yang berarti menahan atau mendukung dari bawah. Suatu masyarakat untuk dapat hidup memang perlu dukungan dari warganya baik untuk waktu kini maupun pada masa mendatang.

PERAN LINGKUNGAN DALAM PEREKONOMIAN

Pembangunan berkelanjutan sebagai sarana untuk menjaga keseimbangan antara jumlah penduduk dan kemampuan produksi sesuai daya dukung lingkungan mengindikasikan adanya keterbatasan sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan dan persyaratan keseimbangan dalam pelaksanaan pembangunan untuk mencapai kondisi kesinambungan yang akan berubah sesuai situasi dan kondisi serta waktu.

Pada intinya pembangunan berkelanjutan memiliki dua unsur pokok yaitu kebutuhan yang wajib dipenuhi terutama bagi kaum miskin, dan kedua adanya keterbatasan sumber daya dan teknologi serta kemampuan organisasi sosial dalam memanfaatkan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan masa kini dan masa mendatang. Untuk itu Komisi Brandtland memberikan usulan penting dalam pembangunan berkelanjutan yaitu adanya keterpaduan konsep politik untuk melakukan perubahan yang mencakup berbagai masalah baik sosial, ekonomi maupun lingkungan.

Selain dari pelaksana pembangunan yang tidak terkendali, kerusakan lingkungan dapat juga terjadi karena pencemaran. Perkembangan industri yang terus meningkat akan meningkatkan pula pencemaran yang terjadi pada air, udara maupun tanah. Dampak yang terjadi seperti turunnya hujan asam, menipisnya lapisan ozon, meningkatnya permukaan air laut dan perubahan iklim akan merugikan tidak hanya pada flora dan fauna tapi juga pada manusia. Kajian yang dilakukan oleh forum bergengsi Club of Rome dalam dua laporannya yaitu The Limits to Growth dan Beyond the Limits menyatakan bahwa peningkatan jumlah penduduk dunia akan melampaui batas kemampuan daya dukungnya apabila tidak diimbangi dengan pola pembangunan yang tepat yang tidak mempertentangkan pembangunan dan lingkungan.

Pertentangan yang terjadi antara penganut paham bahwa pembangunan dilakukan untuk meningkatkan kemakmuran sebesar mungkin bagi masyarakat sehingga dapat bebas mempergunakan sumber daya alam sesuai dengan kemampuannya. Sedangkan paham lain beranggapan bahwa bumi dengan sumber daya yang terkandung didalamnya harus dipelihara sebaik mungkin untuk mencegah dari kehancuran. Upaya untuk menjembatani kedua perbedaan tersebut dapat dipecahkan apabila menggunakan konsep pembangunan berkelanjutan. Dimana pembangunan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi guna meningkatkan kesejahteraan rakyat harus tetap peduli terhadap pemeliharaan kelestarian lingkungan secara seimbang sehingga kesejahteraan bersama yang adil bagi generasi kini dan generasi yang akan datang dapat terus terpenuhi.

Pembangunan yang dilaksanakan secara berkesinambungan dan berhasil mencapai tujuan yang ditentukan yaitu kemakmuran yang tinggi tidak akan dinikmati oleh golongan tertentu tetapi dinikmati secara adil dan merata oleh masyarakat luas akan meningkatkan derajat kehidupan yang layak sehingga mereka merasa bahwa harkat dan martabat mereka benar-benar dihargai dan dijunjung tinggi.

INDUSRIALISASI DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia
Di Indonesia Program Kerja Pembangunan PBB berdasarkan Agenda 21 Global dijabarkan dalam Agenda 21 Nasional yang memuat Strategi Nasional Pembangunan Berkelanjutan. Agenda 21 Nasional dengan sendirinya juga menjadi landasan pembangunan disamping GBHN.

GBHN 1999 – 2004 memberikan landasan yang kuat untuk pembangunan berkelanjutan. Dalam GBHN tersebut digariskan bahwa pembangunan berkelanjutan ditetapkan sebagai kebijakan yang harus dilaksanakan. Selain itu perlunya pembangunan ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan yang berbasis pada sumber daya alam, sumber daya manusia serta berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Dalam arah kebijakan pembangunan dijabarkan perlunya pemanfaatan sumber energi yang ramah lingkungan secara berkelanjutan.

INDUSTRI  DAN  EKSTRNALITAS  DALAM  PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Pembangunan berkelanjutan pada dasarnya mencakup tiga dimensi yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan. Dalam dimensi ekonomi terdapat beberapa tujuan yang ingin dicapai antara lain upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memerangi kemiskinan, serta mengubah produksi dan konsumsi ke arah yang seimbang. Sedangkan dimensi sosial berhubungan dengan pemecahan masalah kependudukan, perbaikan pelayanan masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan, dan lain-lain. Adapun dimensi lingkungan memiliki tujuan-tujuan antara lain upaya pengurangan dan pencegahan terhadap polusi, pengelolaan limbah serta konservasi/preservasi sumber daya alam. Dengan demikian tujuan pembangunan berkelanjutan terfokus pada ketiga dimensi di atas yaitu keberlanjutan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi (economic growth), keberlanjutan kesejahteraan sosial yang adil dan merata (social progress) serta keberlanjutan ekologi dalam tata kehidupan yang serasi dan seimbang (ecological balance).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s